Questions & Answers

Pertanyaan: Apa perbedaan lelang eksekusi dan lelang sukarela?

Jawaban: LELANG EKSEKUSI adalah lelang paksa yang dilakukan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) setempat. Dikatakan “lelang paksa“ karena pelaksanaan lelang tersebut bukan atas permintaan dan/atau kehendak pemilik objek lelang, melainkan atas kehendak pemegang hak eksekusi. Contoh pemegang hak eksekusi adalah kreditor (dalam hubungan utang piutang), Negara/Kantor Pajak (dalam hubungan perpajakan dengan wajib pajak yang menunggak/memiliki kewajiban), Penggugat (yang memenangkan suatu perkara yang berkaitan dengan harta kekayaan seperti gugatan ganti rugi), Kejaksaan/Komisi Pemberantasan Korupsi (yang berkaitan dengan perkara korupsi dan sejenisnya).

LELANG SUKARELA adalah lelang yang dilakukan atas permintaan pemilik objek lelang itu sendiri, dan tidak berkaitan dengan suatu beban kewajiban atas objek lelang. Misalnya PT A yang memilih membubarkan diri, maka harta kekayaan PT A (yang bukan merupakan agunan) dapat dilikuidasi melalui lelang sukarela (atas permintaan tim likuidasi). Atau bank melikuidasi cabang tidak produktif atau aset-aset yang dahulu dibeli/diambil alih melalui lelang eksekusi atau penyerahan sukarela dari debitor.

Pertanyaan: Apa perbedaan antara Pejabat Lelang Kelas I dan Pejabat Lelang Kelas II?

Jawaban: Pejabat Lelang Kelas I adalah Pejabat Lelang Negara yang bernaung di bawah payung struktur organisasi KPKNL, namun kewenangannya bersifat independen. Pejabat Lelang Kelas II adalah pejabat lelang dari kalangan swasta (bukan pegawai negeri) yang diangkat oleh Menteri Keuangan cq Direktur Jenderal Kekayaan Negara setelah memenuhi syarat tertentu. Pejabat Lelang Kelas I berwenang melaksanakan lelang untuk seluruh jenis lelang, sedangkan Pejabat Lelang Kelas II hanya berwenang melaksanakan lelang sukarela (setingkat dengan wewenang pejabat pembuat akte tanah/PPAT atau notaris).

Pertanyaan: Apa saja barang/aset yang dapat dilelang?

Jawaban: Pada prinsipnya semua jenis kebendaan yang dapat diperjualbelikan dengan tata cara jual beli biasa (konvensional) dapat juga diperjualbelikan melalui proses lelang. Mulai dari benda bergerak seperti tanah kosong, tanah perkebunan, bangunan (rumah, ruko, pabrik, gedung), kendaraan bermotor, furniture, barang tambang, segala jenis komoditi (hasil laut, pertanian/peternakan, perikanan), saham perusahaan, hingga barang-barang bekas berkategori limbah.

Pertanyaan: Apakah ada syarat khusus untuk mengikuti lelang?

Jawaban: Setiap orang berhak menjadi peserta lelang barang umum seperti tanah dan bangunan, furnitur, kendaraan bermotor, dan lainnya, sepanjang peserta dimaksud tidak masuk daftar hitam (black list) peserta lelang. Namun beberapa produk khusus memerlukan syarat tertentu. Misalnya peserta lelang barang berkategori limbah berbahaya memerlukan izin sebagai perusahaan pengelola limbah dimaksud.

Pertanyaan: Bagaimana prosedur mengikuti lelang?

Jawaban: Prosedur mengikuti lelang dapat dilihat pada grafis prosedur lelang, pada bagian “Tentang Lelang”.

Pertanyaan: Apakah risiko yang dihadapi apabila peserta tidak berhasil memenangkan lelang (kalah dari peserta lain)?

Jawaban: Pada dasarnya tidak ada risiko material/finansial apabila seseorang tidak berhasil memenangkan lelang. Peserta yang kalah akan memperoleh seluruh uang jaminan yang telah disetor tanpa potongan apa pun. “Kerugian” peserta yang kalah hanya berupa waktu dan ongkos pribadi yang dikeluarkan untuk mengikuti lelang. Uang jamian dikembalikan pada hari yang sama dengan pelaksanaan lelang (biasanya dengan cek untuk uang jaminan yang disetor melalui transfer rekening) atau dalam waktu beberapa hari sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara lelang.

Pertanyaan: Bagaimana prosedur bekerjasama dengan Balai Lelang PRATAMA?

Jawaban: Prosedur bekerjasama dengan Balai Lelang PRATAMA cukup sederhana. Pemohon lelang cukup menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK). Apabila menurut Pemohon diperlukan perjanjian kerjasama, maka pemohon dan Balai Lelang PRATAMA dapat membuat perjanjian kerjasama terlebih dahulu. Untuk informasi lebih lanjut mengenai peluang kerjasama, atau ada informasi lain yang Anda perlukan, silakan hubungi kami di Nomor 021-29263010/11, Fax. 021-29067216 atau melalui email: pratama.lelang@yahoo.com.